ENTERPRENEURSHIP DI KALANGAN GENERASI MUDA
Perkembangan ekonomi kreatif tidak dapat terlepas dari generasi muda sebagai “gudang”kreativitas. Generasi muda adalah mereka yang memiliki semangat pembaharu dan progresif. Peran pemuda Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dapat diragukan lagi. Generasi muda adalah sumber daya produktif yang dengan ide keratifnya dapat membuka sebuah usaha (wirausaha) yang juga membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran di angkatan kerja produktif. Semakin banyak anak muda yang berkecimpung di dunia wirausaha, semakin banyak pula produktifitas yang dihasilkan sehingga berdampak pula pada meningkatnya perkembangan ekonomi nasional.
Salah satu bentuk kreatifitas bisa melalui kewirausahaan. Kewirausahaan merupakan kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang sukses. Memiliki jiwa entrepreneur berarti mendorong adanya mental yang mandiri, kreatif, inovatif, bertanggung jawab , disiplin, dan tidak mudah menyerah, seperti layaknya seorang wirausahan ketika memulai usahanya dari bawah. Alangkah baiknya jika sifat-sifat ini dilakukan pada generasi muda yang notabenya adalah jiwa petualang, penuh ide, dan menyukai tantangan secara umum memiliki kesamaan dengan konsep wirausaha yang menjawab tantangan secara umum memiliki kesamaaan dengan konsep wirausaha yang menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang.
Generasi muda merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki tingkat produktivitas yang paling tinggi. Namun sayangnya kurang dimafaatkan dengan baik. Hal tersebut karena masih banyaknya dari segelintir pemuda yang melakukan ataupun terlibat tindak kejahatan seperti, pencurian, narkoba, tawuran, sampai pergaulan bebas. Tentu kita tidak ingin hal ini terus berkelanjutan. Maka dari itu sekolah dan dari dini bekali generasi muda dengan pendidikan yang baik. Selain itu agar generasi muda terpacu untuk mengeksplor ide kreatif dalam dirinya, kita dapat arahkan ke dunia bisnis. Dari hal ini, generasi muda mudanya bisa belajar untuk menjadi seorang wirausaha agar dapat meminimalkan tindak kejahatan yang ada karena kreativitasnya diluangkan untuk dunia usaha bukan untuk sesuatu yang malah dapat menghancurkan masa depannya. Wirausaha muda nantinya akan menjadi potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun mutu wirausaha muda itu sendiri.
Tokoh yang menjadi salah satu inspirasi saya adalah Bob Sadino
Terlahir di Lampung, 9 Maret 1939, mendiang pengusaha dengan nama lengkap Bambang Mustari Sadino ini termasuk salah satu pengusaha sukses yang sempat mengalami jatuh-bangun sebelum akhirnya menorehkan kesuksesan besar. Setelah sekitar sembilan tahun menjadi pegawai, Bob memutuskan untuk berhenti dan banting setir menjadi pengusaha.
Usaha pertama yang dirintisnya adalah bisnis penyewaan mobil, dengan hanya bermodalkan satu mobil Mercedes dan ia supiri sendiri. Namun karena musibah kecelakaan yang menimpanya saat mengemudikan mobil yang disewakannya itu, bisnis itupun berhenti di tengah jalan. Tidak putus semangat, ia kemudian beralih profesi sebagai buruh bangunan yang dibayar dengan upah harian.
Saat menjadi kuli tersebut, ia melihat adanya peluang bisnis yang lain, bisnis ternak ayam dan telur ayam negeri. Dengan modal pinjaman tetangganya, akhirnya Bob mulai menjalankan bisnis tersebut. Awalnya, Bob menawarkan sendiri dagangannya dari rumah ke rumah di wilayah sekitar tempat tinggalnya, terutama kepada para ekspatriat, di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.
Bisnis telurnya tersebut akhirnya berbuah manis dan ia mengembangkan sayap dengan menjual daging dan sayuran hidoponik. Berkat keuletannya, bisnis tersebut sukses dan ia pun mendirikan Kem-Chicks, supermarket ternama yang menjual berbagai macam produk peternakan dan pertanian. Meski sudah sukses, ia tetap tampil sederhana dan kerap kali melayani sendiri para pelanggannya seperti keluarganya sendiri.


Komentar
Posting Komentar